Friday, January 27, 2017

Rindu Keintiman Spiritual Bersama Allah



Imam Al-Ghazali mengatakan, “Ketahuilah bahwa perasaan damai, takut, dan rindu merupakan dampak dari perasaan cinta. Namun, kadar yang dirasakannya tidak permanen, tergantung pada tingkat ketajaman pandangan dan tingkat kepekaan perasaan yang menguasai sang pecinta.

Jika apa yang terjadi pada sang pecinta adalah sebuah penyaksian dari balik tabir hingga mencapai keindahan puncak dan ia merasa tak mampu lagi untuk menyaksikan lebih jauh hakikat keagungan tersebut, maka hatinya menjadi cemas, berkobar, dan bergerak bangkit untuk terus memburu. Keadaan cemas seperti itulah yang disebut syawq (kerinduan). Sungguh kerinduan adalah sesuatu yang gaib.

Jika ia dikuasi oleh perasaan tentram dan bahagia luar biasa, karena berdekatan (bersama Allah) dan berhasil menyaksikan kehadiran-Nya melalui tersingkapnya tabir antara Dia dan dirinya, lalu pandangannya juga terfokus pada penyaksian keindahan yang hadir terungkap di hadapannya, tanpa menoleh kepada keindahan lain yang belum diketahui, maka hatinya akan diliputi perasaan senang dan gembira. Kegembiraan seperti inilah yang disebut uns (keintiman spiritual).

Lalu, jika pandangannya terfokus pada sifat keagungan dan kemandirian-Nya, sama sekali tak berpaling dari-Nya dan ia khawatir semua yang dirasakannya itu lenyap, menghilang atau menjauh, maka hatinya akan merasa pedih. Perasaan pedih semacam inilah yang disebut khawf (ketakutan).

Jadi, uns (keintiman spiritual) dalam konteks ini adalah kegembiraan dan kebahagiaan hati karena menyaksikan keindahan. Lalu, ketika kegembiraan dan kebahagiaan itu benar-benar telah menguasai, tidak peduli terhadap segala hal yang telah menghilag, juga tidak peduli dengan kekhawatiran akan menghilang, maka kenikmatan yang ia rasakan akan memuncak pada puncak tertingginya (uns).

Suatu ketika Syekh Ibrahim bin Adham turun dari gunung. Seseorang bertanya, “Darimana engkau, ya Syekh?” Lalu beliau menjawab, “Dari bersenang-senang (uns) dengan Allah.” Bersenang-senang dengan Allah menyebabkan dia merasa tidak membutuhkan kepada selain Allah. Bahkan, semua bentuk kendala yang merintangi khalwat menjadi beban di hati.

Diriwayatkan pula bahwa Musa a.s. berbicara dengan Allah SWT, beliau berdiam diri selama beberapa hari. Jika beliau mendengar seseorang berbicara, maka beliau langsung pingsan. Ini tidak mengherankan karena cinta hanya meniscayakan nikmatnya pembicaraan Sang Kekasih, juga nikmatnya berdzikir dan menyebut-Nya. Bagi sepotong hati yang dirasuki cinta, maka tak ada yang terasa nikmat selain Dia semata. Karena itu, seorang bijak berkata dalam alunan doa, “Wahai Dzat yang dengan menyebut-Nya hati jadi damai sentosa! Wahai Dzat yang membuat aku tak merasa butuh kepada makhluk-Nya.”

Rabiah Adhawiyah ditanya, “Dengan apa engkau bisa meraih kedudukan seperti ini?” Beliau menjawab, “Dengan meninggalkan apa yang tidak aku butuhkan dan rasa damaiku bersama Dzat yang tak pernah lenyap.”

--Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mahabbah wa asy-Syawq wa al-Uns wa ar-Ridha

https://www.facebook.com/tasawufunderground/posts/1212993558750576:0

Monday, January 23, 2017

Ajaran Syukur Rasulullah

Yahya bin Ya'la meriwayatkan dari Abu Khubab, dan dari Atha' diceritakan bahwa ia bertamu kepada Aisyah r.a. dengan Ubaid bin Umair, lalu mengatakan, "Berilah kami kabar tentang sesuatu yang paling mengagumkan dari Rasulullah SAW yang pernah engkau lihat?"
Aisyah lalu menuturkan, "Keadaan Rasulullah yang mana yang tidak mengagumkan? Di waktu malam beliau datang kepadaku. Beliau masuk ke tempat tidur bersamaku sehingga kulitku bersentuhan dengan kulitnya. Beliau mengatakan, "Wahai Putri Abu Bakar, tinggalkanlah diriku. Aku sedang beribadah kepada Tuhanku."

"Aku ingin lebih dekat denganmu," pintaku.
Wanita agung ini lantas meminta izin untuk mengambil gerabah air. Ia berwudhu dan menuangkan air begitu banyak. Setelah itu Rasulullah SAW berdiri dan mengajarkan shalat. Beliau menangis sampai air matanya bercucuran ke dadanya.
Beliau rukuk, sujud dan mengangkat kepala sambil terus menangis. Beliau selalu seperti itu sampai Bilal datang, kemudian menyerukan agar azan untuk shalat.

Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah SAW, apa yang membuatmu menangis, padahal Allah SWT telah mengampuni semua dosamu, baik yang telah lalu atau yang akan datang?" Tanya Aisyah r.a.

Beliau menjawab, "Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur? Kenapa aku tidak berbuat, sedangkan Allah SWT menurunkan ayat, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar di lautan (membawa) barang-barang yang bermanfaat bagi manusia, hujan yang diturunkan oleh Allah SWT dari langit, lalu dihidupkan-Nya dengan air bumi yang telah mati, berkeliaran di atasnya tiap-tiap yang melata, angin yang bertiup dan awan yang terbentang antara langit dan bumi. Sungguh semua itu merupakan tanda-tanda bagi kaum yang berpikir," (QS Al-Baqarah: 164)


https://www.facebook.com/tasawufunderground/posts/1207720122611253

Friday, January 20, 2017

Buat Renungan Bersama

Assalamualaikum

من الطبيعي أن ترى السفينة في الماء لكن من الخطر أن ترى الماء في السفينة فكن أنت في قلب الدنيا ولا تجعل الدنيا في قلبك .

Adalah hal biasa jika kau melihat perahu di atas air , namun bahaya bila melihat air dalam perahu. Maka engkau boleh berada dihati dunia tapi jangan kau tempatkan dunia didalam hatimu.

إن خسِرت شيئًا لم تتوقع يومًا أن تخسره ، فإن الله سيرزقك شيئًا لم تتوقع يومًا أن تملكه .

Jika kau pernah merasa rugi sesuatu yang tidak pernah kau sangka suatu hari, maka sesungguhnya Allah akan memberimu rezeki suatu hari yang tidak pernah kau kira akan memilikinya

تفاءل عندما تصعب عليك الأمور ، فإن الله تعالى أقسم مرتين فإنّ مع العُسر يُسرا ، إنّ مع العسر يسرا .

Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali "sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan, sesungguhnya sebuah kesulitn bersama kemudahan"
الحياة سألت الموت :
لمآذا البشر يحبونني ويكرهونك ؟
أجاب الموت : ﻷنك كذبة جميلة وأنا حقيقة مؤلمة

Kehidupan bertanya kepada kematian:
mengapa manusia mencintaiku dan membencimu? Maka maut menjawab: "karena kau adalah kebohongan yang indah, sedangkan aku adalah kenyataan yang menyakitkan"

لا نعلم بعد رحمة الله ما الذي سيدخلنا الجنة ؟؟
أهي ركعة ، أو صدقة ، أو سقيا ماء ، أو حاجة مؤمن قضيناها ، أو دعوة ، أو ذكر !!!!
فاعمل ولا تستصغر !!!!!!

kita tidak tahu setelah Allah merahmati kita, apalagi yang boleh membuat kita masuk syurga?? Apakah itu rukuk atau sedekah, atau air yang kita berikan, atau keperluan orang beriman yang kita tunaikan, atau doa, ataukah dzikir kita?? Maka beramal lah dan jangan mempertikaikan!

ضع قليلاً من العاطفة على عقلك حتى يلين
وضع قليلاً من العقل على قلبك كي يستقيم .

Letakkan sedikit perasaan pada akalmu agar dia lembut dan letakkan sedikit akal pada perasaanmu agar dia lurus

تعجبني القلوب التي تستقبل الألم بصمت و تبرر أخطاء الآخرين بحسن نيه .

Aku takjub kepada hati yang menerima kesakitan dengann diam, dan menilai kesalahan orang lain dengan niat yang baik

عندما تظن بأن بعد الشقاء سعاده ، وبعد دموعك إبتسامة فقد أديت عبادة عظيمه ألا وهي حسن الظن بالله

Ketika kau meyakini bahawa setelah kesengsaraan adalah sebuah kebahagiaan dan setelah air mata yang mengalir adalah senyuman, maka sesunggunhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat agung iaitu berprasangka baiklah kepada Allah

إذا أتعبك ألم الدنيا فلا تحزن .. فربما أشتاق الله لسماع صوتك وأنت تدعوه .. لا تنتظر السعادة حتى تبتسم .. ولكن ابتسم حتى تكون سعيد .. لماذا تطيل التفكير والله ولي التدبير .. ولماذا القلق من المجهول وكل شيء عند الله معلوم .. لذلك إطمئن فأنت في عين الله الحفيظ .. وقل بقلبك قبل لسانك « فوضت أمري إلى الله » طيب الله أيامكم بذكره

Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu dan jangan kau tunggu kebahagiaan untuk tersenyum namun tersenyumlah sehingga kau bahagia, mengapa kau berfikir banyak sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur? Mengapa gundah akan sesuatu yang tidak kita ketahui sedangkan segala sesuatu Allah sudah tahu? Oleh karena itu tenanglah kerana engkau selalu berada pada pengawasan Allah yang Maha Menjaga dan ucapkan dengan hatimu sebelum dengan lisanmu, aku serahkan segala urusanku kepada Allah

: كلام جميل؛

إذا لم تعرف عنوان رزقك.. فلا تخف.. لأن رزقك يعرف عنوانك.. فإذا لم تصل إليه.. فهو حتما سيصل إليك.

Jika kau tidak tahu alamat rezekimu janganlah takut karena rezeki Allah tahu dimana alamatmu, jika kau tidak boleh sampai kepadaNya nescaya Dia akan sampai kepadamu.

كلام جميل
إذا قابلنا الإساءة بالإساءة.. فمتى ستنتهي الإساءة؟!
قال تعالى: "فمن عفا وأصلح فأجره على الله"

Jika kita membalas keburukan dengan keburukan maka bila keburukan ini akan berakhir? Allah berfirman ; "..dan barangsiapa yang memaafkan dan memperbaiki maka pahalanya ada di sisi Allah".

كلام جميل
عندما نتأخر عن الدوام ندخل برأس منكوس وكلام مهموس حياء من المدير.. فهل نشعر بنفس هذا الشعور عندما نتأخر في الصلاة ونقف بين يدي الله؟!

Ketika kita lewat masuk kerja, kita masuk dengan kepala tertunduk dan suara yang lesu karena malu kepada majikan? Maka apakah kau merasakan hal yang sama saat kau terlambat dalam solat dan berdiri di hadapan Allah ?

كلام جميل
لاتحسد أحدا بنعمة فأنت لاتعلم ماذا أخذ الله منه.. ولاتحزن بمصيبة فأنت لاتعلم ماذا سيعطيك الله عليها "إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب"

Jangan kau iri kepada seorangpun kerana sebuah nikmat, karena kau tidak tahu apa yang telah Allah ambil darinya dan janganlah bersedih karena sebuah musibah, karena kau tidak tahu apa yang akan Allah hadiahkan untukmu. Allah berfirman ; "sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberikan pahala tanpa dikira kira"

كلام جميل
حكمتين من أروع ما وصلني اليوم :
حكمة يابانيةُِ :
ليس كل سقوط نهاية فسقوط المطر أجمل بدايةُ

bukan semua kejatuhan adalah sebuah pengakhiran, kerana turunnya hujan adalah awal yang paling indah

كلام جميل
يقول حكيم يوناني:
كنت ابكي لأنني أمشي بدون حذاء
ولكنني توقفت عَنَ البكاء عندما رأيت رجلاََ بلا قدمين..
دائما الحمدلله علىَ كل حال ''

dahulu aku menangis karena aku berjalan tanpa alas kaki namun akhirnya aku berhenti menangis saat aku melihat lelaki tanpa kedua kakinya maka selalu ucapkanlah alhamdulillah pada setiap keadaan

كلام جميل
يوماً ما ستكتشف:
"أن حزنك حماك من النار
وصبرك أدخلك الجنة"

pada suatu hari kau akan menemukan bahwa kesedihanmu akan menyelamatkanmu dari neraka dan kesabaranmu akan memasukkanmu kedalam syurga

كلام جميل
من عجائب الإنسان أنه يستفز من سماع (النصيحه) و ينصت لسماع (الفضيحه).

diantara keajaiban manusia adalah, dia merasa resah mendengarkan nasihat dan terdiam saat mendengarkan keburukan

كلام جميل
- لا تتوقع من نهاية اليوم إلاَّ الرِّضَا وسترضى..
استعن بالكريم
استعنْ بالرحيم
استعن بالعظيم

jangan biarkan manusia mengetahui sesuatu darimu melainkan kebahagiaanmu, dan jangan sampai mereka melihat kesedihanmu kecuali senyummu

كلام جميل
•إن ضاقت عليك أمورك!
» ففي القرآن جنتك .

• إن آلمتك وحدتك !
» فإلى السماء دعوتك .

• إن سألوك عن أخبارك !
» فاحمد الله و ابتسم .

jika semua urusanmu terasa sempit maka di dalam Al Qur'an ada syurgamu dan jika kesendirianmu menyakitimu , maka kelangit kirimkan doamu dan jika mereka bertanya tentang kabarmu maka katakan Alhamdulillah dan tersenyumlah

أخيراً:
• إذا نويت نشر هذا الكلام!
» انو به خيراً لعل الله يفرج لك بها كربة من كرب الدنيا

Sebagai penutup, semoga dengan niat baik ini Allah Swt berikan kelancaran dalam segala urusan kita;
Keberkahan dlm rezeki kita..
Dijaga dr segala marabahaya..
Diluaskan rezeki kita..
Dijaga aqidah kita beserta kluarga dan anak cucu dari segala aliran dan aqidah yang menyimpang..
Dan ditutup umur kita semua dalam keadaan husnul khatimah,
Aamiinn ya Rabbal 'Alamin
هدية للأحباب..
أرسلها لقائمتك ليشهدوا لك بذلك غداً ولا تحرم نفسك الأجر بإذن الله
Hadiah untuk FB friends ku yang selalu diingatan, berkongsilah akan faedah ini kepada sahabat handai, taulan supaya mereka kelak menjadi saksi akan ibadah ini.

https://www.facebook.com/khairuz.zaman.31/posts/10206727525546658

Indahnya Akhlak Shaykh Umar Mukhtar, Sang Mujahid Sufi

umarmukhtar_1_15965760_10206483945496109_3678500826407197780_n

Ketika Uthmaniyah memerintah Libya, terdapat seorang ulama sufi yang sangat berpengaruh iaitu Syeikh Umar Mukhtar. Beliau adalah guru dan mursyid tarekat Sanusiyah di sebuah zawiyah di Barqah, Libya.

Setelah Sultan Abdul Hamid II turun takhta pada tahun 1909, Daulah Uthmaniyah mula melemah. Maka pada tahun 1911, Itali mula menyerang tentera Uthmaniyah di Libya untuk merampasnya dari pemerintahan Uthmaniyah. Syeikh Umar Mukhtar bersama anak2 muridnya bangkit membantu tentera Uthmaniyah berjihad melawan kejahatan Itali.

Namun Uthmaniyah tewas & Itali berjaya menawan Libya. Syeikh Umar Mukhtar bersama anak2 muridnya meneruskan perjuangan jihadnya menentang Itali. Pada mulanya Itali di bawah pimpinan Jeneral Graziani memandang rendah pada keupayaan Syeikh Umar Mukhtar. Namun serangan demi serangan yang dilakukan ke atas Itali menyebabkan Itali mengalami kerugian yang besar.

Maka Itali mula melakukan pelbagai kekejaman ke atas masyarakat awam di Libya bagi menangkap Syeikh Umar Mukhtar. Mereka juga memasang perangkap2 namun semua usaha menemui kegagalan. Sebaliknya, mereka yang masuk ke dalam perangkap2 Syeikh Umar Mukhtar. Hal ini menjadi mimpi ngeri di setiap malam mereka di Libya.
Syeikh Umar Mukhtar berjaya menawan ramai tentera Itali & mereka dilayan dengan baik sepanjang berada di bawah tawanannya. Suatu ketika anak muridnya bertanya kepada Syeikh Umar Mukhtar kenapa beliau enggan membunuh semua tawanan2 Itali sedangkan Itali membunuh orang2 Libya. Maka Syeikh Umar Mukhtar menjawab, "Mereka (Itali) bukan guru kita untuk kita ikuti".

umarmukhtar_2_16002960_10206483939415957_2029746818998025467_n

Suatu ketika Leftenan Sandrini berjaya ditawan. Beliau menyangka bahawa Syeikh Umar Mukhtar akan membunuhnya. Maka beliau sangat gementar ketika Syeikh mendatanginya. Syeikh Umar Mukhtar memberikannya baju & berkata padanya, "Pulanglah engkau. Beritahu pada ketuamu Graziani bahawa orang2 Libya tidak mengalu2kan kedatangannya".

Setelah 20 tahun, barulah Syeikh Umar Mukhtar berjaya ditawan dalam satu peperangan. Kini seorang lelaki yang berumur lebih 70 tahun menjadi ancaman utama buat Itali. Nama Syeikh Umar Mukhtar menjadi sangat masyhur di Negara Itali.

Ketika dipenjara, beliau lebih mementingkan solatnya berbanding makan & minumnya. Itali menggari tangan, kaki dan pinggangnya kerana mereka begitu takut jika Syeikh melarikan diri.

umarmukhtar_3_16195531_10206483938775941_6798947146747258122_n

Ketika dibicarakan & dijatuhi hukuman mati pada tahun 1931, berlaku dialog yang sangat mengharukan antara hakim Itali & Syeikh Umar Mukhtar :-
Hakim : Adakah kamu menyesal melawan Itali?
SUM : Tidak!
Hakim : Adakah kamu sedar kamu akan dihukum mati?
SUM : Ya
Hakim : Ini adalah pengakhiran hidup yang menyedihkan bagi seorang lelaki seperti kamu
SUM : Tidak, ini adalah pengakhiran yang terbaik bagi hidupku.
Hakim : Kamu tidak akan dikenakan hukuman mati & akan dibebaskan sekiranya kamu menulis surat untuk memujuk para mujahidin menyerah diri & menghentikan penentangan terhadap Itali
SUM : Jari jemariku menjadi saksi di setiap solatku bahawa tiada tuhan melainkan Allah & Nabi Muhammad adalah pesuruh Allah, aku sama sekali tidak akan menulis kata-kata yang dusta. Kami adalah kaum yang tidak kenal menyerah, SAMA ADA KAMI MENANG ATAU KAMI SYAHID...

umarmukhtar_4_16113901_10206483938375931_2936900455380845435_n

Hasanuddin Yusof
Maktab Penyelidikan
Tamadun Islam Nusantara

Tuesday, December 13, 2016

Bekerja Untuk Dunia

BEKERJALAH UNTUK DUNIAMU SEOLAH KAMU AKAN HIDUP SELAMANYA ADALAH HADIS PALSU

Kita sering juga mendengar orang berucap atau bercakap dlm bermotivasi dengan menyebut hadis ini
رُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِعْمَلْ لدُنْيِاكَ كأَنَّكَ تَعِيشُ أَبَداً واعْمَلْ لآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تموتُ غَداً
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash z bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Beramallâh (bekerjalah) untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan beramallâh untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.”

Saya membaca kajian mengenai kesahihan hadis ini dan mendapati hadis ini boleh disifat palsu.
Hadits ini tidak ada asalnya (hadits palsu) yang dinisbatkan kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah mengatakan, “Hadits ini tidak ada asalnya secara marfu’ (dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam) meskipun dia sangat popular diucapkan di kalangan kaum Muslimin zaman sekarang.”
Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Ucapan ini diriwayatkan sebagai hadits dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , padahal ini bukan hadits.”
Yang benar pernyataan di atas diriwayatkan dari ucapan Shahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu . Itupun sanad periwayatannya lemah.

Hadis lain yg membawa maksud yg hampir sama diriwayat oleh Baihaqi dlm Sunan Kubra didapati lemah kerana ada rawi yg tidak dikenali.Begitu juga hadis yg diriwayat oleh Imam al Qudhai,yg diriwayat oleh Anas b Malik yg dikeluarkan oleh Dailami juga didapati lemah dg perawi yg diragukan.

Kesimpulannya hadis ini palsu jika dikata dari rasulullah,jika disebut dari sahabat juga dikatakan lemah.Bahkan jika diteliti dari segi maksud,ianya bercanggah dg firman Allah kerana lebih memotivasi keduniaan,sedangkan dlm firman Allah serta hadis nabi yg lain lebih mengutama akhirat
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allâh kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (urusan) dunia [Al-Qashash/28:77]
Pada firman ini jelas Allah menyuruh mengutamakan akhirat tetapi kadar tidak lupa bahagian dunia.Dan dalam sebuah hadits yang shahih, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى
Sesuatu (harta dan perhiasan dunia) yang sedikit dan mencukupi lebih baik daripada yang banyak dan melalaikan (dari berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla).Lihat penjelasan Syaikh al-Albani dalam kitab Silsilatul Ahâdîtsidh Dha’îfati wal Maudhû’ah (2/373, no. 874).

Tujuan saya hanyalah untuk membetulkan fahaman kerana hadis palsu ini diguna dg luas oleh mereka yg berhujah untuk berjaya dlm hidup didunia,mereka yg menjual agama demi kepentingan dunia.Kita tidak disuruh bermatian bekerja untuk dunia,tetapi lebih baik bermatian dlm hal untuk kebahgiaan akhirat.Sedikit yg cukup lebih baik dari banyak yg melalaikan,kerana kita lihat begitu lumrah orang yg kaya lupa kpd agama,lupa ibadat.Wallahua'lam abdghaniharon.

https://www.facebook.com/ali.abu.9/posts/1114796771962421

Wednesday, December 7, 2016

Ganjaran Haji

LAMAAAANYA MENUNGGU GILIRAN HAJI,JOM BUAT IBADAT YANG GANJARAN BAGAI HAJI

Seorang jiran merungut kerana giliran hajinya hampir 20 tahun lagi.Timbul berbagai ke khuatiran kepadanya.Saya hanya mengingatkannya bahawa haji itu jemputan Allah,bila Allah menjemput, tiada siapa yg boleh menghalang dan tiada siapa pun akan boleh menduga.Tetapi saya juga mengajaknya beramal dg beberapa amalan yg nabi sebut ganjarannya bagai mengerja haji.Pada anda yg juga menunggu giliran haji,marilah kita beramal dg ibadat yg berpahala seperti haji ini yg dinyata oleh rasulullah moga Allah permudah kita mengerja haji atau pun tetaplah kita mendapat ganjaran seperti berhaji.

Pertama berulangalik mengerjakan solat wajib berjamaah itu ibarat mengerja haji dan berjalan mengerja solat sunat itu seperti berumrah.Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang berjalan menuju solat wajib berjama’ah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju solat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, 8: 127.- hasan)

Kedua,mereka yg bersolat subuh berjamaah dimasjid dan duduk hingga solat dhuha,dicatat juga bagai berpahala haji dan umrah.
Dalilnya adalah dari hadits dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang mengerjakan solat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan solat sunat Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR. Thabrani. Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 469 mengatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi)

Ketiga,orang yg menghaditi majlis ilmu dimasjid juga dikatakan diberi pahala haji.Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, 8: 94. - hasan shahih)

Keempat,orang yg membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah solat sebanyak 33 kali selepas solat.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka solat sebagaimana kami slat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga boleh berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Maukah kamu aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kamu akan mengejar orang yang mendahului kamu dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kamu. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kamu, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan. Kamu bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir solat sebanyak tiga puluh tiga kali.”
Kami pun berselisih. Sebagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.” (HR. Bukhari, no. 843).

Kelima,orang yg mengerjakan umrah di bulan ramadan juga dikatakan mendapat pahala haji.Sabda nabi
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari no. 1863).
Jadi,pilihlah berumrah dibulan ramadan jika mampu.

Keenam,berbakti kepada dua ibubapa juga bertaraf pahala bagai haji.Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Ada seseorang yang mendatangi Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya masih hidup.Rasul pun berkata padanya, “Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath bertaraf antara hasan dan shahih)

Ketujuhnya,bertekad dan berazamlah untuk berhaji kerana siapa yang uzur namun mempunyai azam kuat dan sudah ada usaha untuk melakukannya, maka dicatat seperti melakukannya. Contoh misalnya, ada yang sudah mendaftarkan diri untuk berhaji, namun ia meninggal dunia sebelum tertunai hajatnya, maka ia akan mendapatkan pahala haji.

Sesungguhnya Allah itu maha adil dimana semua hambanya diberi ruang menurut keupayaan untuk mencapai syurga yg disediakanNya dan mereka melakukan menurut kemampuan masing-masing.Janganlah mengambil sikap meunggu giliran haji hingga lupa beramal apa yg juga berpahala seperti haji.Mungkin dg beramal dg tujuh perkara ini,akhirnya Allah memberi ganjaran dg membuka jalan menjemput kita ke tanah sucinya.Haji itu jemputan Allah,matlamatnya untuk membukti ketaatan kpdNya, jika Allah tidak jemput dan tidak membuka jalan,berbuatlah amalan yg disarankan diatas dan rasakanlah ganjaran bagai kita mengerja haji.

Mungkin anda semua telah dan sedang lakukan tujuh perkara ini,saya menulis untuk meletakkan keadaan kita mengetahui,berilmu dg apa yg kita amalkan,supaya menepati ganjaran.Jangan berbuat ibadat tanpa mengetahui sebab,sunnahnya, kaedah,ganjarannya.Wallahua'lam abdghaniharon.

https://www.facebook.com/ali.abu.9/posts/1108642585911173

Tuesday, December 6, 2016

Bahasa Cinta Allah Untuk Seorang Hamba



Menurut Imam Al-Ghazali, telah diriwayatkan dari sebagian ulama salaf bahwa Allah SWT memberi wahyu kepada salah seorang shidiqqin sebagai berikut:
“Aku mempunyai hamba-hamba yang mencintai-Ku. Aku juga mencintai mereka. Mereka merindukan-Ku. Aku pun merindukan mereka. Mereka mengingat-Ku. Aku pun mengingat mereka. Mereka memandangi-Ku. Aku punmemandangi mereka. Jika kamu mengikuti jejak mereka, maka Aku pun mencintaimu. Namun, jika kamu berpaling dari mereka, maka Aku akan membencimu.”
Dia bertanya, “Wahai Tuhanku! Apakah tanda-tanda mereka?”

Dia berfirman, “Mereka menjaga keluhuran di siang hari seperti penggembala menjaga dombanya dengan mata awas senantiasa. Mereka merindukan tenggelamnya matahari seperti burung merindukan sarang saat senja menjelang. Ketika malam terselubung dalam kegelapan, alas tidur dihamparkan, keluarga lelap dalam keletihan, dan sepasang kekasih berduaan penuh damai, mereka melangkahkan kaki menuju Aku, membentangkan wajah ke arah-Ku, bermunajat dengan firman-firman-Ku, dan bergegas menyambut nikmat-Ku. Antara berteriak dan menangis, antara mengadu dan mengeluh, antara berdiri dan duduk, antara berukuk dan sujud, Aku saksikan sendiri dengan mata-Ku apa yang mereka tanggung demi Aku.

Aku dengarkan dengan telinga-Ku sendiri apa yang mereka keluhkan demi kecintaan mereka kepada-Ku. Ada tiga hal yang pertama-tama Aku berikan pada mereka. Pertama, Aku lontarkan cahaya-Ku ke relung hati mereka, lalu mereka mengabarkan informasi tentang Aku sebagaimana Aku mengabarkan informasi tentang mereka. Kedua, kalau langit dan bumi diperbandingkan dengan mereka, niscaya Aku utamakan mereka dan Aku sepelekan langit dan bumi itu. Ketiga, Aku hadapkan wajah-Ku pada mereka. Ketika Aku hadapkan wajah-Ku pada seseorang, semua tahu apa yang hendak Aku berikan kepadanya!”

--Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Mahabbah wa asy-Syawq wa al-Uns wa ar-Ridha

https://www.facebook.com/tasawufunderground/posts/1160433194006613:0